Mau akan sesibuk apapun hari itu, selalu ada waktu buat secangkir kopi di pagi hari. Kadang saya merasa resah apabila melewatkan ritual pagi tersebut. Tak peduli apapun kopinya, coffee always seems like a good idea.

Lalu apa hanya sekedar ngopi untuk menikmati pagi? Tentu tidak, banyak hal yang bisa dilakukan, namun lebih banyak saya habiskan dengan menulis artikel. Kebiasaan ini saya mulai di 2013, ketika masih aktif menjadi penulis lepas untuk beberapa media. 

Memasuki tahun 2015 produktivitas tersebut perlahan menjauh dari kebiasaan pagi saya ketika memutuskan untuk menjemput rezeki di Ibu Kota.

Ngomongin soal kopi dan menulis sepertinya menarik kalau saya coba mengulik romantisme dari dua hal tersebut.

Seperti apa?

Biji Kopi dan Ide

Gambar Oleh @rawpixel Unsplash

Kita mulai dari biji kopi. Ide, topik atau tema merupakan pondasi dari sebuah tulisan. Kita tidak akan merasakan pahitnya kopi apabila tidak ada biji kopi, begitu juga tanpa topik atau ide, kita tidak akan melahirkan sebuah tulisan, artikel, buku, dan lain sebagainya.

Ketika biji kopi dalam toples kamu buka, aromanya akan memenuhi ruangan dan akan membuat orang-orang yang mencium baunya ingin sesegera mungkin bercumbu dengan cangkir kopinya.

Hal ini mirip dengan ide dan topik, ketika sebuah ide terlintas dibenak, pikiran kita akan berkeliaran mencari kata-kata yang siap dirangkai menjadi tulisan yang apik.

Apabila kamu menggiling biji kopi sendiri, setiap biji kopi tersebut mewakili sepotong karya atau ide-ide yang akan dikumpulkan.

Tak peduli bagaimana cara menggiling kopinya, kita hanya perlu biji kopi untuk memulai prosesnya. Dalam proses menulis, kita perlu menggiling ide untuk menyampaikan pesan dalam tulisan.

Variasi

Gambar Oleh @tiffaniem Unsplash

Kopi dan tulisan sama-sama memiliki banyak variasi.

Kadang kita memilih Arabica dilain waktu Robusta terasa lebih enak. Semuanya punya cita rasa tersendiri. Ada yang begitu pahit, hambar, ada yang sangat kuat aromanya, tingkat kafein yang rendah dan lain-lain.

Mau yang panas atau dingin? Bebas kita lebih suka yang mana.

Menulis itu sama, ada berbagai topik, tema, metode, proses, gaya bahasa, diksi, nada, dan rasa yang akan membuat tulisan kita menarik.

Air dan Alur

Gambar Oleh @vryur Unsplash

Air yang kita tuangkan menyiratkan alur cerita yang kita buat. Sedikit air untuk rasa kopi yang kuat, atau lebih banyak air untuk rasa yang lebih ringan.

Saya sendiri menyukai keduanya. Kadang saya membuat espresso. Dilain waktu sangat menyenangkan menyeruput kopi yang tak terlalu pahit untuk sekedar menikmati kehangatannya.

Sama halnya menulis, terkadang kita ingin menulis to the poin and bold. Tapi ada kalanya kita perlu mengaitkan benang merah satu ke yang lainnya untuk cerita yang lebih kaya.

Adds-In dan Gimik

Gambar Oleh @bryannuke Unsplash

Ada banyak cara untuk menikmati kopi, buat yang kurang suka pahit bisa ditambahkan gula, susu, ataupun krim.

Kreatifitas kita menulis akan memberikan rasa yang berbeda buat pembaca.

Pada dasarnya, bagaimana cara kita menulis atau minum kopi. Kita harus menikmati kata demi kata, maupun aroma dan rasa disetiap tegukan.

Proses

Gambar Oleh @nate_dumlao Unsplash

Untuk membuat latte atau cappucino, kita memulainya dari memilih biji kemudian menggilingnya, memadatkan bubuk kopi, memanaskan susu (stamp), melukis art-nya. Tentu saja kita harus memperhatikan setiap takaran bahan yang ada untuk menghasilkan rasa yang nikmat.

Begitu juga dengan proses menulis yang akan menentukan kuantitas maupun kualitas. Kita mulai dari menemukan ide, menentukan alur, merangkai kata demi kata, membaca, menambah gambar, membaca ulang karya, menyunting, hingga di tahap terakhir publikasi.

Untuk menghasilkan tulisan atau latte art yang indah kita harus sabar, hati-hati, terus berlatih dan menikmati setiap prosesnya.

Bahkan ketika saya menulis paragraf ini, saya sesekali menyesap, menikmati secangkir kopi yang tidak lagi hangat, dan merencanakan cangkir kopi serta artikel berikutnya.

Sekian analogi ngawur ini, barangkali kamu mau menambahkan silakan tulis di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here