
Pernah ikut meeting berjam-jam tapi begitu keluar ruangan langsung lupa apa saja yang dibahas?
Atau malah harus tanya ulang ke rekan kerja, “Eh, tadi tugasku apa ya?” — rasanya canggung banget.
Saya pun pernah mengalaminya, terutama ketika masih sering meeting dengan klien sebagai desainer.
Dari pengalaman itu saya sadar, meeting notes bukan sekadar formalitas, tapi kunci agar kerjaan berjalan lancar, tidak ada miskomunikasi, dan semua orang tetap bergerak ke arah yang sama.
Meeting notes adalah ringkasan tertulis yang berisi poin-poin krusial dari sebuah rapat, mulai dari diskusi, keputusan, hingga daftar tugas atau action items.
Fungsinya jauh lebih besar daripada sekadar arsip:
Catatan rapat yang baik adalah jembatan antara obrolan dan tindakan. Hindari mencatat semua basa-basi. Fokuslah pada poin-poin yang relevan.
Ciri-ciri utamanya adalah:
Catatan meeting berbentuk paragraf panjang biasanya jarang dibaca ulang, sementara format poin dengan deadline lebih cepat dipahami.
Ada beberapa metode populer yang bisa disesuaikan dengan gaya kerja kamu.
Gunakan agenda meeting sebagai kerangka.
Contoh :
Agenda: Finalisasi desain flyer event promo produk
Diskusi:
1. Teks promo terlalu panjang
2. Warna background kurang kontras dengan logo
Keputusan:
1. Potong teks jadi 3 poin utama
2. Ganti background jadi warna gelap biar logo lebih menonjol
Action:
1. Saya revisi layout → deadline: besok jam 3 sore
2. Klien kirim copywriting revisi singkat → deadline: malam ini
Bagi halaman jadi dua kolom (ide utama vs detail), lalu ringkas di bawahnya.
Contoh :
| Main Idea | Detail |
|---|---|
| Headline perlu lebih catchy | Tambah kata “Diskon Besar!” |
| CTA kurang menonjol | Gunakan tombol kuning terang |
| Distribusi | Format A4 & versi digital untuk Instagram |
| Foto produk | Klien kirim foto resolusi tinggi sebelum revisi |
Summary: Fokus pada headline & CTA, revisi desain setelah dapat foto produk dari klien.
Bagi halaman jadi 4 kotak: catatan umum, tugas saya, tugas orang lain, pertanyaan.
Contoh :
Catatan Umum :
| Tugas Saya :
|
Tugas Klien :
| Pertanyaan :
|
Meeting: Finalisasi Flyer Promo Akhir Pekan
Tanggal: 25 Agustus 2025
Peserta: Tim Marketing (3 orang), Freelance Designer (saya)
Agenda:
1. Review draft flyer
2. Perubahan copywriting
3. Timeline produksi & distribusi
Diskusi Ringkas:
1. Draft awal sudah oke, tapi headline perlu lebih kuat
2. CTA harus jelas → “Belanja Sekarang & Dapatkan Diskon 30%”
3. Timeline distribusi: versi digital diposting Jumat pagi, cetak selesai Kamis malam
Keputusan:
1. Gunakan headline baru
2. Distribusi sesuai jadwal
Action:
1. Designer revisi desain → deadline Rabu malam
2. Marketing kirim copywriting final → deadline Selasa siang
Agar lebih simpel, ikuti pola ini setiap kali kamu akan mencatat:
Pada akhirnya, meeting notes yang bagus bukanlah catatan panjang yang tidak pernah dibuka lagi.
Sebaliknya, catatan yang efektif berfungsi sebagai panduan kerja harian: membuat semua orang paham arah kerja, tahu siapa yang harus mengerjakan apa, dan memastikan rapat benar-benar menghasilkan sesuatu.
Bagi saya pribadi, baik saat menjadi freelancer atau bekerja dalam tim, meeting notes sudah menjadi senjata rahasia untuk menghindari miskomunikasi.
Jadi, mulai sekarang, jangan biarkan ide atau keputusan penting menguap begitu saja.
Tulis dengan rapi, singkat, dan mudah ditindaklanjuti. Ingat, catatan kecil hari ini bisa menjadi fondasi besar untuk kesuksesan proyek besok.